Khasiat dan gizi dalam buah kurma

SUDAH menjadi kelaziman, selama bulan Ramadan, buah kurma menjadi salah satu makanan favorit yang paling banyak dicari, khususnya oleh umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Hal ini berkaitan dengan keyakinan, makan buah kurma saat berbuka puasa merupakan sunah yang diajarkan oleh Rasulullah saw., yang dianggap akan memberikan keberkahan dan kebaikan.

Namun, seiring dengan kian meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat, mengonsumsi kurma bukan lagi sekadar didasari oleh keyakinan “transedental” dan mendapatkan pahala sunah. Lebih dari itu, orang mengonsumsi kurma juga didorong oleh kepercayaan ilmiah akan khasiat dan kandungan gizi yang ada di dalamnya. Dalam perkembangannya, kurma tak sekadar hadir dalam ruang makan dan menjadi bagian dari menu makanan saat bulan Ramadan, tetapi juga di luar Ramadan.

Sejumlah referensi ilmiah, baik di dunia Islam maupun Barat, membuktikan bahwa buah kurma memang memiliki banyak kelebihan. Menurut Direktur Klinik Konsultasi Gizi dan Klub Diet IPB, Dr. Hardinsyah M.S., sebetulnya di balik kelezatan dan manisnya buah kurma, terdapat kandungan gizi yang nyaris lengkap dengan komposisi yang seimbang, meskipun dengan jumlah yang serbasedikit. Kebiasaan Nabi mengonsumsi kurma segar dan kurma tidak segar (kering) saat berbuka, lanjut Hardinsyah, memberikan manfaat yang optimal.

Selain itu, kurma memiliki kelebihan lain yaitu, lebih mudah dicerna dan diserap, sehingga bisa segera memenuhi kebutuhan tubuh dalam waktu yang cepat setelah sekian jam tubuh berpuasa. Kurma segar mengandung kadar air dan vitamin yang lebih banyak, tetapi rendah kandungan energi siap pakainya. Sementara kurma yang tidak segar (kering) tinggi akan kandungan energi siap pakai, namun kandungan air dan beberapa vitamin lebih rendah, bahkan kandungan vitamin C-nya hilang.

Kandungan nutrisi kurma, masih menurut Hardinsyah, tergantung dari varietas kurma dan kandungan airnya. Umumnya buah kurma mengandung zat-zat gula (campuran glukosa, sukrosa, dan fruktosa), protein, lemak, serat, vitamin A, B1, B2, B3, potasium, kalsium, besi, klorin, tembaga, magnesium, sulfur, fosfor, dan beberapa enzim.

Sementara itu, menurut database nutrisi USDA (Departemen Pertanian AS), kandungan nutrisi untuk 100 gram kurma kering kultivar “Deglet Noor” mengandung 280 kcal (1180 kJ), karbohidrat 7,5 gram, gula 63 gram, serat dietary 8 gram, lemak 0,4 gram, protein 2,5 gram, air 21 gram, vitamin C 0,4 mg, mangan 0,262 mg.

Kurma Sebagai bahan pangan

Di Indonesia, kurma lebih banyak dijual dan dikonsumsi dalam bentuk manisan. Manisan kurma dijual dalam beragam kemasan, baik di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern. Ada yang dalam paket-paket atau kemasan mewah, lengkap dengan informasi kandungan nutrisi, masa kedaluwarsa, pabrik pengolah, hingga distributornya. Ada juga kurma yang dijual kiloan, biasanya kurma dengan serat yang kasar dan berkualitas rendah.

Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, kurma juga dikonsumsi dalam bentuk yang lebih variatif, seperti jus kurma, sari buah kurma, atau olahan kurma dengan bahan pangan lain. Apakah ini sesuatu yang baru?

Jika acuannya di tanah air, bisa jadi, cara mengonsumsi kurma dalam bentuk baru tersebut (selain manisan yang sudah umum) merupakan sesuatu yang baru. Akan tetapi, di kawasan Timur Tengah, sejak lama penduduk di sana mengonsumsi kurma dalam beragam bentuk. Kurma, baik yang kering maupun lembut bisa dikonsumsi langsung atau terlebih dahulu dibuang bijinya, lalu diisi dengan irisan almond, kenari, manisan jeruk dan kulit lemon, marzipan, atau krim keju.

Kurma yang dibuang bijinya juga bisa disajikan sebagai kurma tanpa biji. Kurma bisa dicincang dan digunakan sebagai pemanis dan hidangan lezat, dari tajines (tagines) di Moroko hingga puding, ka`ak (jenis roti dan kue arab) dan makanan penutup lainnya. Kurma juga diproses menjadi pasta, selai, sirup kurma atau madu yang disebut dibs, tepung (gula kurma), cuka, atau alkohol. Inovasi terbaru dalam olahan kurma adalah kurma dilapisi cokelat dan hasil permentasi jus kurma digunakan di beberapa negara Islam sebagai sampanye tanpa alkohol, untuk menu tambahan spesial dan acara keagamaan seperti bulan Ramadan.

Kurma juga dikeringkan, digiling dan dicampur dengan ragi sebagai cadangan makanan. Kurma kering menjadi makanan unta, kuda, dan anjing di wilayah Sahara. Di Nigeria utara, kurma dan lada ditambahkan ke dalam bir tradisional yang dipercaya bisa membuat efek lebih memabukkan.

Tak hanya sebatas buah, bagian dari tanaman kurma juga dimanfaatkan untuk keperluan pembuatan bahan pangan. Daun kurma muda dimasak dan dimakan sebagai sayuran, yaitu bagian pucuk atau hati, meskipun pengambilannya bisa membuat pohon kurma itu mati. Sedangkan biji kurma, bisa dihaluskan untuk kemudian disimpan dan dicampur dengan tepung untuk membuat roti pada saat paceklik.

Bunga pohon kurma juga bisa dimakan. Biasanya bunga betina yang paling banyak tersedia untuk dijual dan beratnya 300-400 gram. Pucuk bunga digunakan dalam salad atau digiling dengan ikan kering untuk membuat bumbu roti.

Seperti halnya di Indonesia yang mengenal pembuatan gula melalui proses penyadarap air nira (aren) dari pohon kelapa, penduduk di sejumlah negara seperti India, Afrika Utara, Ghana, dan Pantai Gading juga mengenal penyadapan air dari pohon kurma yang rasanya memang manis. Air hasil sadapan dari pohon kurma itu kemudian diubah melalui proses tertentu menjadi gula palm (aren) yang dikenal dengan sebutan jaggery atau gur. Bisa juga dibuat menjadi sirup atau minuman beralkohol.

Di Afrika Utara air sadapan dari pohon kurma disebut lagbi (bir yang tidak keras). Jika dibiarkan dalam waktu yang cukup lama (jam-jam tertentu tergantung suhu) lagbi mudah berubah menjadi minuman berakohol. Air hasil sadapan dari pohon kurma juga bisa digunakan untuk membuat jallab. Diperlukan keahlian khusus saat menyadap agar pohon kurma mati.

Kurma Sebagai Obat Herbal Alami & Pengobatan tradisional

Pohon kurma dikenal mengandung senyawa tannin yang tinggi dan digunakan dalam pengobatan sebagai pembersih dan astringent dalam masalah yang berkaitan dengan usus, anti-diare, anti-hemostatis, dan anti-hemoroid.

Kurma juga mengandung potasium yang tinggi dan bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, terapi darah tinggi, serta membersihkan karbon dioksida dalam darah. Potasium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul syaraf. Berbagai mineral yang diperoleh dari kurma bermanfaat untuk mengoptimalkan kandungan elektrolit dalam cairan tubuh

Dalam bidang pengobatan, kurma juga bisa dijadikan sebagai bahan untuk larutan infus, decoction (air hasil rebusan), sirup atau pasta kurma dapat dipakai untuk mengobati sakit tenggorokan, flu, radang selaput lendir hidung, dan menurunkan demam, serta sejumlah keluhan lain. Diyakini secara tradisional bahwa kurma dapat menetralkan keracunan alkohol. Serbuk biji juga digunakan dalam sejumlah pengobatan tradisional.

Getah yang menetes dari batang kurma yang terluka digunakan oleh orang India untuk mengobati diare dan penyakit ringan yang berkaitan dengan saluran kencing. Akarnya juga digunakan untuk mengobati sakit gigi. Tepung sari menghasilkan estrogen, estrone, dan memiliki efek gonadotropic pada tikus muda.

Manfaat lain kurma

Biji-biji kurma direndam dan digiling sebagai pakan ternak. Minyaknya sangat baik digunakan untuk bahan kosmetik dan sabun. Kurma juga bisa diproses secara kimia sebagai bahan pembuat asam oksalat (oxalic acid). biji-biji kurma juga bisa dibakar untuk membuat arang bagi para perajin perak atau dirangkai menjadi kalung. Biji-biji kurma juga bisa digiling dalam penggilingan biji kopi atau sebagai bahan tambahan pada kopi.

Kurma juga punya manfaat dan fungsi lintas agama, tak hanya milik kaum Muslim. Di dalam agama Kristen, daun kurma juga digunakan untuk acara Palm Sunday, dan di Afrika Utara daun kurma biasanya digunakan untuk membuat gubuk. Daun-daun kurma yang tua juga bisa dibuat tikar, tirai, keranjang, dan kipas. Anyaman daun bisa digunakan untuk melapisi papan atau meja.

Batang daun (petiole) yang kering, merupakan sumber bahan kimia untuk bubur kertas, digunakan untuk tongkat, sapu, pelampung pancing, dan bahan bakar. Pelepah daun bernilai karena aromanya, dan seratnya juga digunakan untuk tali, kain kasar, dan caping (topi lebar). Daun-daun juga digunakan sebagai lulav dalam tradisi hari libur Sukkot yang dirayakan orang Yahudi.

Tangkai buah juga digunakan sebagai sapu. Di Pakistan, sirup kental yang dibuat dari buah kurma yang matang digunakan sebagai pelapis tas kulit dan pipa untuk mencegah kebocoran. Kayu kurma digunakan sebagai tiang dan rusuk pada pembuatan gubuk. Kayu kurma lebih kuat dari pada kayu kelapa dan juga digunakan untuk pembuatan jembatan dan saluran air.

Di Oman, salah satu negara di kawasan Timur Tengah, terdapat kerajinan tangan tradisional yang memanfaatkan bagian-bagian dari pohon kurma. Pohon kurma merupakan tanaman paling serbaguna dari semua jenis tanaman lokal di sana. Dan secara virtual, tiap bagian tanaman bisa digunakan untuk menghasilkan beragam fungsi, mulai dari tali dan keranjang sampai sarang lebah, kapal nelayan, dan tempat tinggal tradisional. Sama seperti halanya pohon kelapa di Indonesia, yang memang dikenal sebagai pohon yang seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan.

(Rita Zahara, Alumni Fakultas Pertanian Unpad)

Leave a Reply

Sumber Pencarian :
Adakah gula yang terbuat dr pohon kurma?, apakah unta makan kurma, buah kurma di oman, manfaat kurma untuk pupuk daun, manfaat yabg terkandung dalam bunga kurma, olahan buah kurma & buah kelapa, pengertian pembuatan sayur pucuk kurma, penjelasan sayur pucuk kurma, sayur kurmak parik