Pre-eclampsia merenggut nyawa RA Kartini

Pre-eclampsia / Preeclampsia penyakit yang merenggut nyawa RA Kartini. Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini untuk mengenang dan menghormari jasa dan perjuangan sang pejuang emansipasi wanita. Raden Ayu Kartini, atau yang dikenal juga sebagai Raden Ajeng Kartini Lahir di Jepara 21 April 1879 dan meninggal dunia diusia yang terbilang masih sangat muda, 25 tahun, karena komplikasi saat melahirkan, salah satunya karena preeklampsia.

RA-Kartini-21april-preeklampsiaPre-eklampsia masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian ibu yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, di samping perdarahan dan infeksi. Penyakit ini didefinisikan sebagai tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urine setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal. Jika tidak segera ditangani, preeklampsia dapat mengakibatkan komplikasi yang lebih serius, bagi si ibu maupun bayi yang dikandungnya. Kondisi ini bahkan bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian, seperti yang dialami RA Kartini.

Ironisnya, hingga sekarang ini, hipertensi saat kehamilan yang meliputi Pre-eklampsia dan eklamsia masih merupakan penyebab kematian ibu melahirkan kedua terbanyak di Indonesia yakni 24 persen. Di urutan teratas adalah perdarahan (28 persen), sedangkan di urutan ketiga adalah infeksi (11 persen).

Dikutip dari detikHealth, beberapa faktor yang dianggap bisa menyebabkan preeklampsia, antara lain :

1. Kurangnya aliran darah ke rahim
2. Kerusakan pada pembuluh darah
3. Adanya masalah dengan sistem kekebalan tubuh
4. Pola makan yang buruk.

Leave a Reply

Sumber Pencarian :
es kartini eklampsia, ibu kartini, penyakit preclamsia