Intermezo

Aku dan Malaikat

By  | 

Ketika saya termenung sendiri di tengah-tengah keramaian yang tidak sedikitpun saya rasakan. saya teringat situasi serupa yang kemudian terulang di saat ini. Saat itu tiba-tiba datang kepadaku sesosok makhluk dengan jubah hitam pekat yang menutupi wujudnya. ketakutan yang saat itu menggunung kemudian lenyap ketika ia meyakinkanku bahwa malaikatlah yang yang sedang berhadapan dengan ku. Kebingunganpun kemudian merasuk dan menguasai pikiranku, dan tanpa berfikir terlalu panjang akupun bertanya kepadanya,

“jika engkau benar malaikat, lalu kenapa engkau mengenakan jubah hitam yang begitu pekat, tanpa warna putih sedikitpun dan tak ada sayap di tubuhmu?”

Dia kemudian tersenyum dan berkata,

aku hanya tidak ingin manusia kemudian menilai bahwa setiap yang berpakaian putih adalah malaikat. Aku hanya ingin mengubah pemikiran manusia bahwa kebaikan itu tidak mengenal warna. Aku menyukai hitam karena mereka begitu kokoh dan tak ternoda

Lalu kenapa juga aku harus memiliki sayap, karena sesungguhnya bukan sayapmu yang bisa membawa hatimu terbang  melintasi cakrawala dan menembus surga

1 Comment

  1. rechi

    1 September 2014 at 16:58

    :matabelo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *